AgroteknologiOctober 9, 2008 4:15 am
emoticon

    Terjadinya resistensi pada hama serangga 10 tahun terakhir, menjadi permasalahan yang sangat serius bagi petani. Penggunaan pestisida yang berlebihan membuat hama menjadi kebal terhadap pestisida tersebut.Tidak dapat dipungkiri pestisida menjadi primadona sejak puluhan tahun yang lalu. Pada tahun 1944 contohnya, hanya 44 spesies serangga diketahui resisten dengan insektisida. Sampai 1984, sekurangnya 447 spesies serangga, 100 tanaman patogen dan 48 spesies gulma telah mengembangkan resistensi terhadap pestisida.
Alternatif pengendalian hama sendiri seperti konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) menunjukkan awal yang menjanjikan untuk menurunkan penggunaan pestisida,namun resiko yang ditimbulkan terhadap kesehatan dan lingkungan masih ada dan akibat serius terbukti akan berjangka panjang. Sistem PHT meskipun dikontrol secara hati-hati penggunaan pestisidanya tetapi tidak bisa meninggalkan sepenuhnya bahan kimia berbahaya tersebut. PHT secara ilmiah memang merupakan cara terbaik pengendalian hama dengan memadukan semua metode pengendalian hama yang ada, termasuk pengendalian biologis dan teknik-teknik budidaya. Kimia digunakan bila populasi mencapai ambang dimana kerusakan ekonomi pada tanaman dapat terjadi dan metode non-kimia tidak berhasil. Namun, bahan kimia yang digunakan juga membunuh tanpa pandang bulu musuh alami serangga hama. segera diketahui bahwa PHT tidak benar-benar menurunkan penggunaan pestisida karena resiko ketergantungan kimia yang tinggi akan lebih bila terjadi serangan massal.
    Saat ini, petani yang bekerja dengan pengendalian hama bebas kimia mengakui pentingnya pandangan baru yang menyeluruh dan konsep yang sedang muncul, disebut Pengendalian Hama Alternatif (PHA). Menurut Jose R. Medina, PHA adalah campurtangan holistik dari pengelolaan tanaman dengan menggunakan pemecaan ke arah penataan ulang lingkungan lahan untuk secara proaktif mencegah timbulnya hama. Secara menyeluruh, diakui bahwa alam dapat mengatur sendiri, bila terdapat keanekaragaman spesies. Ketimbang campur tangan langsung dengan bahan kimia, tujuannya adalah untuk memberdayakan alam untuk memecah masalah secara internal. PHA menyesuaikan diri dengan seistem pertanian berkelanjutan yang dirancang dekat dengan siklus sumberdaya, dimulai dengan daur ulang bahan organik untuk membangun tanah yang sehat. Pengendalian Hama Alternatif sangat berhubungan dengan memahami kebiasaan serangga dalam konteks keseimbangan ekosistem kita. Seperti yang telah kita ketahui, ekosistem alami memberikan keseimbangan yang bagus untuk makhluk hidup dan bahan-bahan organik, seperti tanah, air, udara, tanaman, hewan, bahan organik dan mikroorganisme.
    Karenanya, kita harus mengetahui dan memahami siklus keseimbangan alam ini, peranan dan fungsi bahan-bahan organik dan anorganik adalah penting bagi petani untuk melaksanakan sistem pertanian yang berkelanjutan. Perlu diketahu, istilah hama merupakan nama yang dibuat manusia karena pengaruhnya yang merusak terhadap tanaman yang dibudidayakan manusia. Sehingga binatang dapat dikatakan sebagai hama jika potensi merusak tanaman budidaya baik secara kuantitatif dan kualitatif sangat besar. Dahulu, kehidupan ekosistem di alam masih sangat teratur. Tetapi, gejala-gejala alam dan campurtangan manusia yang mencari keuntungan untuk dirinya sendiri membuat binatang kehilangan tempat tinggal sehingga terjadi migrasi yang sangat besar di seluruh dunia. oleh karena itu, dengan sistem PHA ini diharapkan terjadinya kesinambungan antara Lingkungan (alam), Manusia, hewan dan Vegetasi sehingga rantai makanan berjalan dengan baik. Populasi dikatakan seimbang ketika fluktuasi makhluk hidup tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Oleh karena itu, perlu dikelola dengan baik hama-hama agar tidak menimbulkan ledakan ataupun malah memmbuat punah suatu hama karena kehidupan alam ini sebenarnya telah diatur sedemikian rupa oleh Sang Pencipta agar terjadi suatu keteraturan kehidupan di dunia ini.emoticon

AgroteknologiOctober 7, 2008 4:21 am

1. Pemantauan membantu untuk mengetahui jenis-jenis hama dan musuh alami, kepadatan populasi, waktu memulai pengendalian, dan keberhasilan usaha pengendalian.

2. Keterkaitan antara kepadatan hama dan kerusakan tanaman merupakan dasar dari PHT.

3. Kepadatan hama serangga dapat diketahui melalui pengambilan sampel. Ada tiga metode utama dalam pengambilan sampel, yaitu metode mutlak (absolut), metode nisbi (relatif), dan indeks populasi. Metode mutlak mengukur jumlah serangga yang sebenarnya di dalam populasi. Metode nisbi tidak melibatkan satuan habitat, tetapi dalam satuan usaha. Pendugaan populasi dengan metode indeks populasi didasarkan pada produk atau pengaruh hama.

4. Teknik pengambilan sampel yang umum digunakan meliputi teknik in situ, menjaring, menggunakan perangkap, dan menggunakan teknik tidak langsung.

5. Empat aspek penting dalam program pengambilan sampel adalah tahap perkembangan serangga, jumlah sampel, waktu pengambilan sampel, dan pola pengambilan sampel.

6. Pengambilan sampel beruntun penting dalam pengelolaan hama. Biasanya jumlah sampel hanya sedikit jika populasi serangga berukuran sangat kecil (di bawah ambang ekonomi) atau sangat besar (di atas ambang ekonomi). Lebih banyak sampel dibutuhkan jika populasi berukuran sedang (berada di antara nilai ambang atas dan bawah).

7. Rerata, varian, dan kesalahan baku adalah penghitungan yang paling umum digunakan untuk mengevaluasi hasil pengambilan sampel. Dengan mengetahui varian kita dapat menghitung kisaran nilai atau interval kepercayaan (confidence interval). Interval kepercayaan dapat diatur pada berbagai tingkat kepastian. Namun, kebanyakan keputusan pengelolaan hama didasarkan pada tingkat kepercayaan 95-99%.

Evaluasi Dampak Musuh Alami

1. Dua metode pendekatan untuk mengevaluasi dampak musuh alami adalah (a) pendekatan analisis tabel kehidupan, dan (b) pendekatan percobaan.

2. Tujuan utama dari evaluasi musuh alami adalah menentukan apakah telah terjadi pengaturan populasi mangsa atau inang dan mengidentifikasi agen-agen yang bertanggung jawab dalam pengaturannya.

3. Analisi tabel kehidupan dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan dinamika populasi dan regulasi serta masalah-masalah praktis dari pemanfaatan musuh alami.

4. Ahli ekologi menerapkan konsep kekuatan membunuh (killing power) atau nilai membunuh (kill value) yang disingkat menjadi k value ketika menghitung persentase mortalitas total yang disebabkan oleh musuh alami.

5. Faktor kunci (key factor) adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap kematian hama. Faktor kunci akan mengikuti naik dan turun mortalitas generasi total.

6. Pekerja pengendalian hayati tertarik pada faktor mortalitas terkait kepadatan karena tidak hanya sekadar mengurangi jumlah hama, tetapi juga dapat mengatur kelim-pahan hama. Mortalitas yang terkait dengan kepadatan hama akan mencegah populasi hama tumbuh terlalu besar dan melindunginya dari kepunahan.

7. Faktor mortalitas terkait dengan kepadatan hama dapat diketahui dengan cara memplotkan nilai k pada tahap tertentu terhadap jumlah hama pada tahap tersebut dari beberapa generasi.

8. Evaluasi dampak musuh alami dengan metode percobaan terdiri atas metode penambahan, metode penyingkiran musuh alami, dan metode interferensi. Pada pendekatan percobaan dilakukan perbandingan antara populasi hama dengan musuh alami dan populasi hama tanpa musuh alami.

9. Metode penambahan dilakukan dengan membandingkan perubahan kepadatan hama di lokasi pelepasan musuh alami dengan lokasi kontrol tanpa musuh alami. Evaluasi efektivitas musuh alami dalam metode penyingkiran dilakukan dengan membanding-kan kepadatan populasi hama di dalam kurungan atau penghalang lain dengan dan tanpa musuh alami. Metode interferensi dilakukan melalui penyingkiran musuh alami (dengan semut, insektisida, atau tangan) di dalam petak percobaan. Kepadatan populasi hama di dalam petak tersebut lalu dibandingkan dengan yang ada di dalam petak tidak terganggu.emoticon

RefleksiOctober 6, 2008 5:54 am
Terkadang kita merasa bahwa apa yang diberikan Allah SWT kepada kita tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Kita selalu iri melihat orang lain diberi kemewahan, ketampanan, kepintaran, dan sebagainya. Keimanan kemudian dikorbankan untuk meratapi nasib yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Sebaliknya, yang lebih berbahaya lagi, kalau kita merasa sombong dengan segala yang didapatkan. Amatlah tidak disukai apabila di lingkungan kita ada orang yang sombong. Merasa lebih tampan, lebih kaya dan lebih pintar. Padahal orang dibilang pintar karena ada yang bodoh, kayak arena ada yang miskin, tampan karena ada yang kurang tampan. Tinggi hati memang tidak baik, tetapi merasa lebih rendah dihadapan orang lain pun tidak kalah jeleknya. Merasa diri hina dan tidak berharga dibandingkan orang lain itu artinya anda tidak biasa mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada anda.
Dalam hadits disebutkan bahwa, Abdullah bin Umar berkat, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang membesarkan dirinya atau sombong jalannya, dia akan menghadap Allah dalam keadaan Allah marah padanya.” Kesombongan yang dilakukan oleh seseorang dapat menimbulkan kemurkaan Allah SWT. Oleh karena itu, sudah seyogyanya manusia tidak boleh menyombongkan diri. Ketika manusia menyombongkan dirinya berarti dia telah membuat saingan atasNya, sama saja dia telah menyekutukan Allah. Padahal yang boleh menyombongkan diri di alam semesta ini hanyalah Allah SWT saja. Seperti yang termaktub dalam sebuah hadits, Dari Abu Said Al-Khurdy dan Abu Hurairah dari Rasulullah SAW dari Allah Ta’ala bahwa dia berfirman, “Kemuliaan adalah pakaianKu dan sombong adalah jubahKu. Siapa yang mengambil sedikit dari keduanya akan Ku adzab.”emoticon

Refleksi 5:43 am
     Pribadi muslim yang visioner memiliki cita-cita besar. Dari cita-cita besar itulah orang akan berpikir besar untuk melakukan kerja-kerja besar. Al-Mutanabi mengatakan,
   "Manusia dinilai berdasarkan perbuatan mereka. Kebesaran jiwa mereka yang menentukan       karya besar mereka memang besar. Di mata orang-orang kerdil, masalah-masalah sepele       menjadi besar. Bagi mereka yang berjiwa besar, masalah-masalah besar terlihat kecil."     (Gatra,4 Maret 1995)
     Imam Syafii mengatakan "Kalau aku hidup aku tak takut kehilangan makanan. Kalau aku mati aku tak takut kehilangan kuburan. Jiwaku jiwa yang merdeka yang melihat kelemahan sebagai kekufuran."
     Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, "Apa yang dilakukan musuh-musuhku terhadapku? Surgaku ada dalam jiwaku. jika mereka memmenjarakanku, maka itu adalah masa penyepianku dengan Tuhanku. Jika mereka mengasingkanku ke suatu tempat yang jauh, maka itu masa pengembaraan bagiku. jika mereka membunuhku, itu adalah kematian yang semoga menjadikanku sebagai syahid."
    Demikianlah orang-orang besar. Mereka memiliki visi besar. Pandangan yang besar. Persepsi yang benar. Langkah yang tegar. Amal-amal tumbuh mengakar menjadi kentribusi menjadikan dirinya besar. Seperti yang dikatakan Stepen R. Covey, visi membuat kita begairah dengan pemahaman akan sumbangan khas yang dapat kita buat."
    Kekuatan visi sungguh luar biasa. Menurut penelitian, kata Satria Hadi Lubis, menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki gambaran peran yang berorientasi  pada masa depan berhasil lebih baik di sekolah dan lebih handal mengatasi tantangan hidup. Tim dan organisasi yang memiliki pemahaman kuat mengenai suatu misi tidak akan mewujudkan misinya tanpa kehadiran visi. Karenanya Rasulullah SAW menggariskan visi dasar seorang muslim menjadi muslim yang shalih. Yang berguna bagi dirinya dan tidak menimbulkan kerusakan atau kerugian bagi sekelilingnya. Ini minimalnya seorang muslim, "Orang muslim adalah orang yang menyelamatkan orang muslim lain dari kejahatan lidahnya dan tangannya." (HR. Muslim)
    Adapun visi unggul seorang muslim adalah memberdayakan keshalihan dirinya menjadi keshalihan sosial yang bermanfaat, menghidupkan. Jadilah pribadi mukmin yang kuat. Karena dengan kekuatannya banyak memberi manfaat. Rasulullah SAW bersabda, "Seorang mukmin yang uat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada diri seorang mukmin yang lemah, dan pada diri masing-masing dari keduanya terdapat kebaikan. Bersungguh-sungguhlah dalam meraih apa yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa lemah. Jika sesuatu menimpamu maka jangan kamu mengatakan,"Seandainya aku melakukan begini niscaya aku akan begini dan begini", akan tetapi katakanlah,"Allah yang telah mentaqdirkan hal itu, dan apa yang yang dikehendaki-Nya pasti akan terjadi", karena sesungguhnya perkataan "seandainya" akan membuka perbuatan setan". (Diriwayatkan Muslim dari Abu Hurairah ra.)  emoticon
AntivirusAugust 29, 2008 6:00 am

Analisa Lengkap Virus Windx-Maxtrox: PCMAV 1.6 Update Build3
Posted on August 26th, 2008 in Analisa Virus, Antivirus by admin 

Pengantar Redaksi: Virus Windx-Matrox generasi terbaru ini cukup banyak dilaporkan oleh pembaca PC Media dan menyebar luas di Indonesia. Virus ini secara teknis cukup menarik dan memiliki tantangan tersendiri dalam menganalisanya karena membawa beberapa teknik baru yang termasuk kompleks. Cara penginfeksian file pun dilakukan secara cerdik dan menggunakan teknik enkripsi. Kuat dugaan hal ini dilakukan oleh pembuatnya agar heuristik PCMAV gagal mendeteksi kehadiran virus ini di file yang terinfeksi.

Sepengetahuan kami, sampai tulisan ini dibuat, tidak ada satupun antivirus di dunia yang mampu mengatasi virus ini secara tuntas, termasuk memulihkan file executable yang terinfeksi. Justru antivirus yang ada saat ini malah menghapus file Anda yang telah terinfeksi Windx-Maxtrox.

7 langkah pembersihan manual yang digembar-gemborkan ke beberapa media massa di Indonesia kami nilai tidak banyak membantu mengatasi virus ini secara tuntas. Sayangnya lagi, niat baik pihak tersebut dalam menginformasikan virus ini ke media massa tidak diimbangi oleh kemampuan teknis yang baik dan memadai dalam men-disassembly dan mendekrip virus ini secara menyeluruh. Akibatnya, beberapa informasi untuk membersihkan virus ini malah berakibat fatal yang akan menyebabkan file yang terinfeksi justru terhapus, bukan dipulihkan.

Untuk itulah, PC Media mengeluarkan PCMAV 1.6 Update Build3 yang telah dilengkapi engine cleaner khusus untuk mengatasi virus Windx-Matrox secara tuntas sampai ke “akar-akarnya” serta mampu memulihkan file yang terinfeksi, walau dienkrip, hingga kembali utuh 100%! Jangan ambil risiko, gunakan hanya PCMAV 1.6 Build3 (atau yang terbaru) untuk mengatasi virus ini secara tuntas. Di PCMAV 1.7 nanti engine cleaner khusus ini juga telah tersedia. Selain itu, artikel ini juga dilengkapi hasil analisa lengkap virus Windx-Maxtrox untuk meluruskan beberapa kekeliruan dari analisa virus ini yang sempat beredar di media massa, baik cetak maupun online. Selamat mengikuti…

Update Build3 hadir dengan penambahan 15 pengenal varian virus baru. Bagi Anda pengguna PCMAV 1.6 sangat disarankan segera melakukan update, agar PCMAV Anda dapat mengenali dan membasmi virus lebih banyak lagi. Jadi, total virus yang dapat dikenali hingga Build3 kali ini adalah sebanyak 38 virus.

Untuk mendapatkan dan menggunakan update PCMAV ini, pastikan terlebih dahulu PCMAV RealTime Protector tidak sedang aktif. Jika iya, Anda harus menutup aplikasi tersebut terlebih dahulu. Lalu Anda cukup menjalankan PCMAV Cleaner (PCMAV-CLN.exe), tentunya komputer harus dalam keadaan aktif terhubung ke Internet (non-proxy). Fitur GetUpdates dari PCMAV secara otomatis akan memberikan alamat internet yang aktif di mana Anda bisa men-download file update tersebut. Letakkan file hasil download tersebut (PCMAV.vdb) ke dalam folder di mana PCMAV berada. Jika sebelumnya telah terdapat file update yang lama, Anda cukup menimpanya. Dan nanti saat Anda kembali menjalankan PCMAV, ia sudah dalam keadaan kondisi ter-update.

Namun bagi Anda yang ingin mendapatkan file update tersebut secara manual, Anda bisa men-download file-nya melalui beberapa alamat ini: SendSpace.com, Badongo.com (mirror), atau UploadMB.com (mirror).

Virus Windx-Maxtrox:
Maxtrox yang dimaksudkan oleh pembuat virus ini adalah Maximum Troxer. String tersebut tertera pada tubuh virus.
Project virus ini menggunakan form yang ia namakan MSystem, dalam form tersebut terdapat beberapa komponen seperti PictureBox, Label, dan lainnya. Selain form, tentunya terdapat juga module di dalamnya. Ia di-compile dengan metode P-code.
Virus lokal ini diduga kuat berasal dari daerah Sulawesi Utara seperti varian sebelumnya. Apalagi ini didukung dengan terdapatnya string pengenal pada tubuhnya yakni “UNKLAB” yang diduga menunjuk salah satu perguruan tinggi di sana.
Virus ini tidak menggunakan icon, tapi dia memiliki kemampuan untuk mendapatkan icon dari program yang diinfeksinya.
Pada saat menginfeksi, virus ini akan menanamkan file induknya pada folder \Windows\System32 dengan nama CommandPrompt.Sysm, Desktop.sysm dan Windows 3D.scr. Dengan sebelumnya, ia telah membuat atau me-register extension baru yakni .MSD dan .SYSM yang akan berjalan sebagai mana layaknya file .EXE.
Ia juga menciptakan file induk untuk dijalankan agar aktif di memory, yang disimpannya pada “C:\Documents and Settings\%username%\Application Data\Microsoft” atau “C:\Documents and Settings\%username%\My Network Places\Network Connections\“, dengan menggunakan nama berbeda-beda, yang diambil dari kombinasi string berikut: ux, vc, sc, ds, cs, iz, am, d, n, a, w, h, n, .exe, g.exe, w.exe, a.exe, v.exe, p.exe, t.exe.
Untuk dapat aktif otomatis, ia menciptakan registry di “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run\” dengan nama VisualStyle.
Dia menggunakan teknik enkripsi untuk melindungi string-string di dalamnya. Teknik enkripsi yang digunakan yakni Caesar Cipher, dengan menambahkan atau maju satu karakter. 
Dia menciptakan sebuah file maxtrox.txt pada direktori System32 yang hanya berisi string “UNKLAB”.
Jika ketentuan ini memenuhi syarat “if (Month(Now) Mod 4) = 0) and (Day(Now) < 7) then” (Setiap tanggal 1-6 di bulan April, Agustus dan Desember) maka, dia akan melakukan beberapa hal sebagai berikut:

- Mengubah wallpaper desktop menjadi gambar Maxtrox, di bagian atas terdapat tanggal hari itu, dan di bagian bawah terdapat tulisan “Hello %username%! If you have seen me, you are same as a fool guy!”. %username% merupakan username yang sedang aktif saat itu.

- Memeriksa komputer tersebut, jika user menjalankan Antivirus, maka akan ia terminate, dan tulisan di wallpaper berubah menjadi “Antivirus detected! Sorry, now it isn’t running anymore!“. Atau jika user menjalankan PCMAV, akan ada tulisan seperti ini “you try to kill me with PCMAV? Try with your ultime version!”. Virus ini memang diketahui memiliki database yang menyimpan string-string beberapa produk antivirus, dan string tersebut juga dalam keadaan ter-enkripsi. Antara lain: mcafee, norton, virusscan, pcmav, spyware, norman, caspersky, chaspersky, symantec, antivirus, scanvirus, esafe, avast, inoculan, f-secure, virus utilities, iris anti, kaspersky, dr. Solomon, netshield, groupshield, thunderbyte, panda antivirus, global virus, vi-spy, sophos anti, interscan, viruswall, webprotect, officescan, scanmail, serverprotect, pc-cillin.

- Mengubah wallpaper folder System32, yakni dengan menggunakan gambar yang sama, seperti yang ia ubah untuk wallpaper desktop, dengan tulisan “It’s a pleasure to meet you, %username%. Oh, nice vacation place.”. Dan di sudut pojok kanan terdapat tulisan, “Maximum Troxer”.

- Virus ini juga menulis registry untuk autorun pada safe-mode, di:

HKLM\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\AlterneShell
HKLM\SYSTEM\ControlSet001\Control\SafeBoot\AlterneShell
HKLM\SYSTEM\ControlSet002\Control\SafeBoot\AlterneShell

- Ia juga melakukan pemeriksaan secara terus menerus, apabila ditemukan window dengan caption “Windows Task Manager” juga akan ia terminate.

Infeksi file .EXE:
Virus ini akan mencoba menginfeksi file-file executable yang ada pada folder Program Files dengan menginfeksikannya secara cerdik: 
Saat menginfeksi, ia akan terlebih dahulu memastikan apakah file target adalah merupakan file executable, caranya dengan membaca 2 byte pertama dari file target. File executable yang valid, pada 2 byte pertama adalah “MZ” (0×4D5A).
Selanjutnya ia akan membaca seluruh tubuh dari file target untuk memeriksa signature nya sendiri, “0xA0 0xA0 0xA0 0×00 0xA0 0×00 0xA0 0xA0 0xA0″ (hexa), untuk memastikan apakah file tersebut telah terinfeksi atau belum.
Lalu ia akan mempersiapkan buffer baru untuk menginjeksi virus ke dalam file target. Pada buffer tersebut, ia akan meletakan tubuhnya di awal, dan cerdiknya ia juga mengambil bagian resource yang terdiri dari icon dan version information dari file target. Jadi file terinfeksi pun akan memiliki icon dan version information yang sama dengan file aslinya. Jadi, urutan bagan file tersebut menjadi: file virus, resource file target, signature virus, isi file target.
Di bagian isi file target pun tidak ia tempelkan begitu saja, karena bagian header-nya juga telah ia ubah sebelumnya, yakni meng-overwrite 2 byte pertama dari 0×4D5A menjadi 0xA0A0. Dan mulai dari offset 0×2 hingga 0×97, ia enkripsi setiap byte-nya menggunakan Caesar Cipher dengan penambahan 2. Ini dilakukan untuk menghindari pendeteksian heuristik PCMAV.
Saat file terinfeksi dijalankan, ia terlebih dahulu akan meng-extract file yang diinfeksikannya dari dalam tubuhnya pada direktori yang sama, nama file nya sedikit dibedakan dengan nama file aslinya, karena antara nama file dan extension bukan dipisah oleh titik namun spasi, misalkan dari “wmplayer.exe” menjadi “wmplayer exe”. Lalu, file hasil extract nya tersebut yang akan dijalankan.

PERHATIAN PENTING! Karena virus ini dikenal dapat mematikan antivirus, termasuk PCMAV 1.6, setelah diupdate dengan Build3 silakan Anda rename (ubah nama) terlebih dahulu file PCMAV-CLN.EXE sebelum dijalankan, misalkan menjadi 123456.EXE atau nama lain berekstensi .EXE

Football Lovers 4:31 am
Calcio Mercato 2008-2009

Seri A Italia musim 2008-2009, akan segera bergulir pekan depan. Berbagai persiapan sudah dilakukan tim-tim peserta. Pertandingan uji coba, melepas pemain lawas, dan membeli pemain baru.

Dari posisi Big Four, Juventus menjadi tim yang paling getol dalam bursa transfer. Setidaknya ada 10 nama baru yang bergabung ke Bianconerri musim ini. Inter (6), Fiorentina (9), dan AS Roma (4). Serta jangan lupakan AC Milan (9).

Siapa saja pemain yang bergabung di klub idola Anda? Klik di sini untuk daftar lengkapnya.

ATALANTA

IN: Valdes (Lecce), Defendi (Chievo), Rinaldi (Udinese), Vieri (Free agent), Garics (Napoli), Cigarini (Parma), Tiboni (Sassuolo), Consigli (Rimini), Cerci (Roma)

OUT: Langella (Udinese), Belleri (Lazio), Carrozzieri (Palermo), Tissone (Udinese), Paolucci (Catania), Lazzari (Cagliari), Fissore (Vicenza), Campisi (Verona), S Inzaghi (Lazio), Muslimovic (PAOK)

BOLOGNA

IN: Paonessa (Avellino), Volpi (Sampdoria), Bernacci (Ascoli), C Zenoni (Sampdoria), Coda (Crotone), Coelho (Corinthians), Rodriguez (Penarol), Mudingayi (Lazio), Britos (Montevideo Wanderers), Lanna (Torino)

OUT: Di Gennaro (Genoa), Bucchi (Napoli)

CAGLIARI

IN: Astori (Cremonese), Marchetti (Albinoleffe), Bizera (Maccabi Tel Aviv), Marruocco (Ravenna), Lazzari (Atalanta)

OUT: Storari (Milan), Capecchi (Ravenna), Marchini (Triestina), Mancosu (Rimini), Shala (Released)

CATANIA

IN: Di Cosmo (Igea Virtus), Kosicki (Inter Bratislava), Carboni (Red Bull), D’Elia (Francavilla), Babu (Triestina), Paolucci (Atalanta), Catellani (Reggiana), Dica (Steaua Bucharest), Ledesma (Boca Juniors)

OUT: Rossi (Triestina), Pia (Napoli), Vargas (Fiorentina), Mezavilla (Perugia), Gazzola (Avellino), Babu (Avellino), Di Cosmo (Paganese)

CHIEVO VERONA

IN: Frey (Modena), Andriani (Sansovino), Diagouraga (Massese), Kouassi (Sansovino), D’Anna (Pisa), Sorrentino (Recreativo Huelva), Grippo (Bellinzona), Patrascu (Piacenza)

OUT: Rosi (Roma), Defendi (Atalanta), Antonazzo (Frosinone), De Paula (Foligno), Girardi (Verona), Parolo (Verona), De Falco (Ancona), Olivieri (Ancona), Cortese (Pistoiese), Mengoni (Piacenza), Marchese (Salernitana)

FIORENTINA

IN: Comotto (Torino), Jovetic (Partizan), Melo (Almeria), Gilardino (Milan), Vargas (Catania), Jefferson (Parana Clube), Storari (Milan), Zauri (Lazio), Almiron (Juventus)

OUT: Ujfalusi (Atletico Madrid), Liverani (Palermo), Potenza (Genoa), Cacia (Piacenza), Vieri (Expired contract), Di Carmine (Queens Park Rangers), Do Prado (Released), Lupoli (Norwich City)

GENOA

IN: Polenta (Danubio), Modesto (Reggina), Di Gennaro (Bologna), Gasbarroni (Parma), Potenza (Fiorentina), Biava (Palermo), Mesto (Udinese), Palladino (Juventus), Pinau (Monaco), Olivera (Juventus), Papastathopoulos (AEK Athens), Ferrari (Free agent)

OUT: Borriello (Milan), Bovo (Palermo), Konko (Siviglia), Fabiano (Reggina), Santos (Reggina), Ledesma (QPR), Leon (Parma), A Lucarelli (Parma), Mamede (Potenza), Pires (Potenza), Pegolo (Parma), Pinau (Hibernian), Wilson (Sport Recife), Eusepi (Ancona)

INTER MILAN

IN: Adriano (Sao Paulo), Recoba (Torino), Giacomelli (Foligno), Mancini (Roma), Jimenez (Ternana), Muntari (Portsmouth)

OUT: Maniche (Atletico Madrid), Ribas (Dijon)

JUVENTUS

IN: Mellberg (Aston Villa), Giovinco (Empoli), Marchisio (Empoli), Amauri (Palermo), Ekdal (Brommapojkarna), De Ceglie (Siena), Knezevic (Livorno), Poulsen (Sevilla), Chimenti (Udinese), Manninger (Red Bull Salzburg)

OUT: Nocerino (Palermo), Stendardo (Lazio), Volpato (Bari), Palladino (Genoa), Cuneaz (Mantova), Essabr (Vicenza), Del Prete (Siena), Olivera (Genoa), Almiron (Fiorentina), Belardi (Udinese)

LAZIO

IN: Carrizo (River Plate), Stendardo (Juventus), Foggia (Cagliari), Zarate (Al-Sadd), Matuzalem (Real Zaragoza), Lichtsteiner (Lille)

OUT: Bianchi (Manchester City), Mudingayi (Bologna), Zauri (Fiorentina), Behrami (West Ham)

LECCE

IN: Feltscher (Grasshoppers), Cacia (Piacenza), Antunes (Roma), Caserta (Palermo), Castillo (Pisa)

OUT: Valdes (Atalanta), Abbruscato (Torino)

AC MILAN

IN: Flamini (Arsenal), Abbiati (Atletico Madrid), Zambrotta (Barcelona), Borriello (Genoa), Storari (Cagliari), Ronaldinho (Barcelona), Cardaccio (Nacional), Viudez (Defensor), Antonini (Empoli)

OUT: Gilardino (Fiorentina), Gourcuff (Bordeaux), Cafu (Expired contract), Serginho (Expired contract), Storari (Fiorentina), Grimi (Sporting Lisbon), Abate (Torino), Simic (Monaco), Digao (Standard Liege), Ronaldo (Expired contract)

NAPOLI

IN: Rinaudo (Palermo), Maggio (Sampdoria), Denis (Independiente), Russotto (Bellinzona)

OUT: Sosa (Gimnasia La Plata), Rullo (Triestina), Calaio’ (Siena), Garics (Atalanta), Bucchi (Ascoli), Maldonado (Gimnasia La Plata)

PALERMO

IN: De Melo (Le Mans), Liverani (Fiorentina), Raggi (Empoli), Lanzafame (Bari), Nocerino (Juventus), Budan (Parma), Amelia (Livorno), Carrozzieri (Atalanta), Bovo (Genoa), Kjaer (Midtjylland)

OUT: Barzagli (Wolfsburg), Zaccardo (Wolfsburg), Amauri (Juventus), Rinaudo (Napoli), Biava (Genoa), Agliardi (Rimini), Caserta (Lecce), Velardi (Foggia), Balistreri (Monopoli)

REGGINA

IN: Rizzo (Perugia), Fabiano (Genoa), Santos (Genoa), Pudil (Slovan Liberec), Carmona (O’ Higgins), Corradi (Manchester City), Zahorski (Concordia), Rizzo (Messina)

OUT: Modesto (Genoa), Amoruso (Torino), Nielsen (Released), Novakovic (Aelesund), Tullberg (Hearts)

AS ROMA

IN: Riise (Liverpool), Loria (Siena), Rosi (Chievo), Julio Baptista (Real Madrid)

OUT: Barusso (Siena), Curci (Siena), Mancini (Inter), Giuly (PSG), Antunes (Lecce), Cerci (Atalanta), Ferrari (Expired contract)

SAMPDORIA

IN: Stankevicius (Brescia), Padalino (Piacenza), Dessena (Parma), Fornaroli (National Montevideo), Padelli (Pisa), Bottinelli (San Lorenzo)

OUT: Volpi (Bologna), Maggio (Napoli), C Zenoni (Bologna), Bianco (Empoli)

SIENA

IN: Barusso (Roma), Belmonte (Bari), Brandao (Belenenses), Curci (Roma), Calaio’ (Napoli), Del Prete (Juventus), Kharja (Piacenza), Zuniga (Atletico Nacional)

OUT: Loria (Roma), De Ceglie (Juventus), Forestieri (Genoa), Chiesa (Figline), Veron (PAOK), Locatelli (Mantova), Esposito (Gallipoli), Corvia (Empoli)

TORINO

IN: Abbruscato (Lecce), Moro (Messina), Amoruso (Reggina), Valtulina (Pro Sesto), Calderoni (Treviso), Colombo (Udinese), Säumel (Sturm Graz), Abate (Milan)

OUT: Recoba (Inter), Motta (Udinese), Comotto (Fiorentina), Bjelanovic (Vicenza), Melara (Released), Lanna (Bologna)

UDINESE

IN: Langella (Atalanta), Pasquale (Livorno), Tissone (Atalanta), Motta (Torino), Sanchez (River Plate), Nef (Piacenza), Ighalo (Lyn Oslo), Vujadinovic (CSKA Sofia), Formiconi (Cisco Roma), Mazzarani (Cisco Roma), Belardi (Juventus)

OUT: Sivok (Besiktas), Mesto (Genoa), Zapotocny (Besiktas), Dossena (Liverpool), Asamoah (Rennes), Colombo (Torino), Chimenti (Juventus)

AgroteknologiAugust 27, 2008 4:44 am

BERTANI organik tidak boleh sembarangan atau asal-asalan. Tetapi, harus mengikuti sejumlah standar yang sudah ditentukan. Berkaitan dengan standar pertanian organik, ada tiga kategori yang harus ditaati pelaku, yakni harus dilakukan, boleh dilakukan, dan tidak boleh dilakukan. Standar tersebut berlaku untuk semua proses dan perlakuan, serta bahan yang dibutuhkan dalam bertani organik. Lokasi Lokasi harus bebas dari kontaminasi pupuk kimia dan pestisida kimia. Dalam hal lokasi, bertani organik boleh dilakukan di dalam rumah kaca/kassa (green house) atau di luar rumah kaca/kassa. Sedangkan yang tidak boleh dilakukan penentuan lokasi yang bisa mengganggu, merusak, atau bertentangan dengan lingkungan. Pemupukan Harus menggunakan pupuk organik, seperti kompos, pupuk alami (pupuk kandang, guano, limbah tanaman dll), abu, dan batuan alam (rock phosphat, kapur, dolomit ,dll). Meski demikian, masih dibolehkan menggunakan pupuk cair/mikroba asalkan tidak mengandung bahan kimia anorganik. Untuk mempertahan kesuburan dianjurkan memakai rotasi tanaman dan konsep konservasi tanah. Yang dilarang adalah menggunakan pupuk buatan/kimia. Selain itu, pemupukan tidak boleh memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Pupuk alami yang digunakan tidak boleh secara langsung, harus melalui proses dekomposisi dahulu. Benih/bibit tanaman Benih dan bibit tanaman yang digunakan harus sehat. Benih harus bebas dari pestisida kimia. Sedangkan bibit tanaman yang diberi perlakuan dengan pestisida kimia tidak dapat digunakan. Umumnya benih yang dijual di pasar menggunakan insektisida/fungisida. Karena pengaruhnya sangat sedikit, benih tersebut dapat digunakan. Bila memungkinkan, sebaiknya benih diproduksi sendiri. Bibit tanaman yang menggunakan insektisida atau fungisida tidak boleh digunakan. (Keterangan: benih adalah biji tanaman yang disiapkan untuk ditanam. Sedangkan bibit adalah benih yang sudah tumbuh atau bagian tanaman yang disiapkan untuk ditanam). Penyemaian Proses persemaian harus bebas dari pengaruh pupuk kimia, pestisida kimia, atau zat pengatur tumbuh (ZPT). Benih dapat ditanam langsung atau disemai terlebih dahulu. Tidak boleh menggunakan bahan kimia anorganik apa pun, termasuk zat pengatur tumbuh (ZPT). Penanaman Boleh ditanam di dalam rumah kaca/kassa atau ditanam di luar ruangan. Waktu tanam, jarak tanam, dll., sebaiknya dicatat secara tertib. Pengairan Air yang digunakan harus bebas dari pengaruh pupuk dan pestisida kimia. Harus didukung oleh sistem irigasi yang memadai. Air untuk penyiraman dapat menggunakan air limbah peternakan. Akan lebih baik lagi kalau air limbah peternakan tersebut dimatangkan terlebih dahulu. Dalam proses pengairan / penyiraman tidak boleh ada tambahan unsur hara yang berasal dari pupuk buatan/kimia. Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan tanaman berupa penyiangan harus secara fisik atau manual, penunasan, dan penjarangan tanpa bantuan bahan kimia. Penambahan bahan organik setelah tanam dapat dilakukan. Penggunaan plastik mulsa dan naungan boleh dilaksanakan Penggunaan bahan kimia berupa pupuk dan pestisida tidak boleh dilakukan. Perawatan tanaman tidak boleh berdampak negatif terhadap lingkungan Pengendalian OPT Perlindungan tanaman harus bebas dari penggunaan pestisida kimia. Harus menggunakan beberapa cara dalam melaksanakan Integrated Pest Control (pengendalian hama terpadu), antara lain mengatur aerasi, multiple cropping, rotasi tanaman, pengembangan predator, dll. Untuk menjaga agar hal ini benar-benar dilaksanakan, harus ada pelatihan secara periodik. Penggunaan cara pengendalian ini harus memenuhi “enam tepat” yakni tepat jenis, waktu, dosis, konsentrasi, cara, dan alat aplikasi. Pengendalian hama diperbolehkan menggunakan insektisia biologis seperti B. thuringiensis atau insektisida yang terbuat dari bahan organik artifisial antara lain pyrethrum syntetic. Insektisida organik lainnya seperti ekstrak daun tembakau, mindi, bawang, dapat digunakan. Fungisida organik yang terbuat dari ekstrak kunir dll. dapat digunakan. Dianjurkan menggunakan varietas yang tahan penyakit seperti pada kentang penggunaan TPS (True Potatoes Seeds) akan lebih baik karena tidak memerlukan fungisida apapun. Dianjurkan menganalisis residu secara acak pada produksi yang dihasilkan. Panen Panen harus dilakukan secara mekanis atau manual. Hasil panen setelah dicuci (apabila perlu), harus dikering-anginkan sebelum dikemas. Waktu panen disesuaikan dengan kehendak konsumen. Tanaman yang dipanen sebaiknya ternaungi agar tidak cepat layu. Mengelompokkan hasil panen supaya seragam. Hasil sortiran dipisahkan tersendiri. Penggunaan herbisida atau ZPT tidak boleh dilakukan. Hasil panen yang masih kotor dan atau basah tidak boleh dikemas atau dimasukkan ke dalam kantong plastik, karena akan cepat busuk. Pengemasan dan pelabelan Bahan kemasan harus bebas dari bahan kimia. Label harus disesuaikan dengan grade tanaman organik, serta tulisan dan gambar tentang produk yang dikemas. Bahan kemasan harus tahan untuk angkutan jarak jauh apabila diperlukan. Bahan Kemasan harus dapat melindungi produk dari kerusakan fisik. Bahan kemasan sebaiknya bahan yang ramah lingkungan. Hindarkan kontak langsung lem pada selotip dengan hasil panen tersebut. Bentuk kemasan dirancang sesuai permintaan pasar. Ukuran kemasan disesuaikan dengan permintaan pasar dan ukuran produk. Produk yang telah dikemas dapat disimpan pada ruang an yang berpendingin dan mempuyai pengatur kelembaban relatif. Tidak boleh menggunakan zat kimia untuk mengawetkan hasil panen, baik berupa gas, cair, atau padatan. Penyimpanan bahan Kemasan tidak boleh dicampur dengan bahan kimia atau bahan-bahan lain yang terlarang untuk tanaman organik. Waktu pengemasan tidak boleh dicampur atau digabungkan dengan pengemasan tanaman nonorganik. Transportasi Transportasi harus menggunakan mobil tertutup yang berpendingin. Suhu selama dalam angkutan harus disesuaikan dengan spesifikasi produk. Alat transportasi harus dipelihara sedemikian rupa sehingga tetap bersih dan dalam kondisi siap jalan. Dalam transportasi, sebaiknya menggunakan kontainer yang dapat ditumpuk sehingga daya angkutnya optimal. Dianjurkan agar produk yang telah dikemas secepatnya dikirim ke tujuan. Dalam transportasi tidak boleh dicampur dengan barang yang terlarang bagi tanaman organik. Peralatan Peralatan yang digunakan harus bebas dari kontaminasi terhadap bahan-bahan kimia. Peralatan sebaiknya dirawat dan dijaga dengan baik. Perlu ada buku perawatan peralatan. Kalibrasi peralatan secara periodik. Tidak boleh menggunakan alat-alat bekas pakai bahan- bahan yang terlarang bagi tanaman organik. Penyimpanan produksi Penyimpanan produksi harus dipisah tersendiri dalam ruangan yang tertutup. Ruang yang digunakan sebaiknya mempunyai fasilitas pendingin dan pengatur kelembapan relatif. Penyimpanan produk organik tidak boleh dicampur dengan bahan- bahan terlarang. Penyimpanan pupuk Pupuk organik harus terpisah penyimpanannya dari produksi. Waktu kedatangan dan pengeluaran sebaiknya FIFO, dan tercatat dengan tertib. Untuk menjaga kelangsungan usaha, stok pupuk organik tidak boleh kosong. Standar mutu Harus ada standar mutu yang jelas untuk setiap jenis produk tanaman. Standar mutu yang belum jelas dapat dibuat tersendiri oleh produsen. Standar mutu tidak boleh berubah-ubah. Pelestarian lingkungan Setiap langkah dalam mengusahakan tanaman organik, harus ada upaya pelestarian lingkungan. Setiap inovasi sebaiknya mengacu pada pelestarian lingkungan. Tidak boleh mengganggu atau berdampak negatif terhadap lingkungan. Tenaga kerja Tenaga kerja harus memenuhi peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Tenaga kerja dianjurkan memiliki keahlian, keterampilan dan kompetensi yang memadai, serta sebaiknya dipisahkan tersendiri. Sanitasi lingkungan Harus menyediakan tempat mencuci sayuran, toilet yang bersih. Melakukan sanitasi lingkungan secara intensif dan konsisten. Di dalam melakukan kegiatan sanitasi tidak boleh sampai mengganggu lingkungan. Sertifikasi Untuk kegiatan ekspor, sertifikasi harus ada. Sertifikasi sebaiknya dibuat untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Walaupun telah terbit sertifikat, produksi yang diberi label organik tidak boleh diiisi yang non organik. Formulir pengaduan Harus disiapkan di setiap sales point, atau dicantumkan alamat, telefon yang menerima pengaduan. Pengaduan harus segera ditanggapi. Konsumen diizinkan melihat langsung proses penanaman tanaman organik setiap saat. Tidak boleh menolak jika ada inspeksi atau kunjungan dari luar yang ingin melihat langsung ke lapangan. Pembinaan Petani/pengusaha tani harus mau melakukan perubahan kearah yang baik dan benar, sesuai dengan pengarahan pembina. Instansi pembina dapat melaksanakan pembinaan dan bimbingan agar proses menanam organik berjalan dengan baik dan benar, Tidak boleh menolak jika ada inspeksi langsung ke lapangan.*** Ir. MEMET HAKIM, M.M. Konsultan Pertanian Organik/Aspaindo Organik